CHELSEA FANS INDONESIA

Rabu, 06 Mei 2015

HASIL KERJA KERAS

image: http://indo.chelseafc.com/cache/images/news/650.335.2fdd326137219f5b78846f026b53f7b86c07752a.jpg
Reaksi: Kerja keras dan kebahagiaan

Reaksi: Kerja keras dan kebahagiaan

Komentar : 15:56 4 Senin, Mei 2015
 
Dua pemain dengan masa bakti karir di Chelsea yang sangat berbeda berhasil menikmati gelar juara liga pada Minggu malam.
Bagi John Terry, ini adalah keempat kalinya ia meraih gelar juara, sekaligus menjadi kapten. Sementara, bagi Thibaut Courtois, ini menandai kesuksesan musim pertamanya setelah sebelumnya mencari pengalaman ketika dipinjamkan ke klub Spanyol.
Sang kapten, seperti pada 2006 dan 2010, berbicara soal kemenangan memorial ini yang dirayakan di depan pendukung di Stamford Bridge.
“Ini lebih istimewa lagi karena kami melakukannya di depan para pendukung kami,” jelasnya.
“Kami berhasil mempersiapkan kemenangan ini dengan menang di Leicester dan laga malam ini cukup sulit. Mereka bermain dengan baik dan menyulitkan kami, terutama di menit-menit akhir, namun kami bisa mengatasinya dan berhasil menjadi juara.”
“Tahun ini kami bekerja dengan sangat keras. Tentu gelar juara pertama sangatlah spesial tapi ketika melalui empat atau lima tahun tanpa memenangi gelar ini – setelah berjuang selama satu musim penuh dan tidak mendapat apa-apa, rasanya sangat mengecewakan – jadi kami akan menikmati gelar ini.”
“Aku dulu pernah menjadi ball boy, maskot, mengecat stadion ini, dan inilah tujuan hidupku, untuk memberikan gelar juara kepada para penggemar, setelah berusaha selama lima tahun.”
Courtois menambah gelar Premier League ini ke gelar  juara yang diperolehnya di Belgia dan Spanyol.
“Aku sangat bangga karena aku masih berusia 22 tahun, hampir 23, dan rasanya luar biasa sudah meraih pencapaian seperti ini karena sebelumnya, memenangi La Liga dan Premier League hanyalah sebuah mimpi belaka,” katanya.
“Bisa menjadi juara bersama Atletico sangat spesial karena saat itu Barcelona dan Real Madrid sangat mendominasi dan sangat sulit bagi tim lain untuk mendobrak dominasi itu, tapi di Inggris, kami punya lima pesaing perebut gelar dan bisa menjadi juara empat laga sebelum musim habis adalah sesuatu yang luar biasa.”
“Kami tahu laga ini akan berat. Crystal Palace di bawah asuhan Alan Pardew sangat bagus. Kami punya banyak peluang namun sebagian besar selalu tidak tepat sasaran.”
“Mereka melakukan blok dengan baik dan mencoba melakukan serangan balik dengan pemain cepat yang mereka miliki di depan. Lalu mereka memasukkan satu striker lagi dan memainkan umpan-umpan panjang. Sulit, namun kami bisa menang dan kami senang bisa melakukannya di depan para pendukung kami.”
Kiper muda ini berkomentar soal Terry dan kiper rekannya, Petr Cech.
“Bekerja bersama pelatih kiper dan kiper setiap hari di level yang tinggi, kami selalu mendorong satu sama lain untuk semakin baik dan semakin baik lagi serta meraih hasil yang lebih baik pula. Kita sudah melihat, ketika aku tidak bisa bermain atau cedera, Petr bermain dengan fantastis. Kami berdua bisa bekerjasama dengan baik.”
“Beberapa minggu terakhir ini tidaklah muda tapi tim kami bisa mengatasi tekanan yang ada.”
“Di empat laga terakhir yang aku mainkan, aku mencatatkan cleen sheet. Akhir-akhir ini, pertahanan kami sangat kuat.”
“Ia (Terry) adalah seorang pemimpin dan kapten yang hebat. Dengan pengalamannya, ia membantu kami dalam melalui musim ini. Musim ini ia bermain luar biasa dan ia telah melalui laga-laga penting termasuk pekan lalu saat melawan Arsenal. Ia sangat penting bagi kami.”
Sementara, sang kapten, menggambarkan peran Jose Mourinho.
“Ia punya kelas yang berbeda, ia layak mendapat respek,” kata Terry.
“Ia sudah lama menjadi yang terbaik, dan sejak hari Natal lalu, kami adalah tim yang memainkan sepakbola terbaik lalu tim lawan menyulitkan kami. Namun, ia selalu menemukan cara untuk mengalahkan mereka.”

Read more at http://indo.chelseafc.com/news/latest/3107#HK0gQXgsVlFKbfVc.99

MEMORI JUARA

image: http://indo.chelseafc.com/cache/images/news/650.335.08af05a4fd27a8b00ed6cf83a0400e9fda7e118e.jpg
Past Sampler: Memori juara

Past Sampler: Memori juara

Komentar : 11:52 6 Rabu, Mei 2015
 
Masih melanjutkan selebrasi atas gelar juara kita, kami berikan kilasan lima hari, dalam 60 tahun, saat kita berhasil meraih gelar juara liga Inggris...

image: http://www.chelseafc.com/content/cfc/en/homepage/news/boilerplate-config/latest-news/2015/05/past-sampler--championship-clinchers/_jcr_content/main/textimage_3/image.img.jpg/1430826128122.jpg
Tiga hari yang lalu, sundulan Eden Hazard menentukan kemenangan kita atas Crystal Palace di Stamford Bridge. Berikut detail dari gol itu.
“Merangsek masuk ke wilayah penalti setelah menerima umpan backheel Willian, Hazard dikepung oleh Marriapa dan McArthur yang kemudian melanggarnya. Wasit Kevin Friend tak ragu menunjuk titik putih.”
“Tampaknya pemain Belgia dan Argentina itu saling berpandangan sejenak sebelum Hazard melepas tendangan ke tengah bawah gawang. Mulut yang sebelumnya terkunci ketika Speroni berhasil menyelamatkan tendangan itu, berubah menjadi bersorak ketika Hazard menyundul bola ke gawang. Sungguh melegakan!”

image: http://www.chelseafc.com/content/cfc/en/homepage/news/boilerplate-config/latest-news/2015/05/past-sampler--championship-clinchers/_jcr_content/main/textimage_2/image.img.jpg/1430830736521.jpg
Pada 2010, dengan tugas harus menang, karena pesaing terdekat, Manchester United juga menang, di hari terakhir, the Blues menghancurkan Wigan dengan skor 8-0 di Stamford Bridge.
Hasil luar biasa ini tidak terduga meski Nicolas Anelka berhasil membuat kita unggul cepat. Frank Lampard menambah gol lewat titik penalti, masih di babak pertama. Lalu Wigan yang bermain dengan 10 pemain tampak kewalahan. Didier Drogba mencetak hattrik di babak kedua. Gol yang memastikan treble-nya itu dideskripsikan oleh chelseafc.com sebagai berikut:
“Hattrik Drogba atau gol ketujuh Chelsea menjadi gol termudah mereka. Drogba tinggal mencocor bola dari jarak lima yard setelah memanfaatkan umpan silang Joe Cole yang tidak bisa dihalau oleh Pollitt. Kini Rooney cedera di Old Trafford. Sebelumnya, Drogba merasa tidak akan bisa menjadi pencetak gol terbanyak di liga.”
“Ia kini menjadi penerima Golden Boot Premier League dengan 29 gol.”

image: http://www.chelseafc.com/content/cfc/en/homepage/news/boilerplate-config/latest-news/2015/05/past-sampler--championship-clinchers/_jcr_content/main/textimage_1/image.img.jpg/1430830797578.jpg
Gelar juara kedua dua tahun beruntun kita jatuh nyaris satu tahun setelah gelar juara 2005, yang diperoleh dengan gaya.
Manchester United, pesaing terdekat kita di musim 2005/06, mengunjungi Stamford Bridge dengan harapan bisa mengejutkan kita.
Namun, gol dari bek William Gallas dan Ricardo Carvalho, serta gol spektakuler Joe Cole berhasil mengunci kemenangan 3-0 kita. Berikut aksi individu pemain asal Inggris itu.
“Pada menit ke enam puluh lahir sebuah momen terbaik di musim ini. Joe Cole mengambil bola dari Drogba namun dikelilingi oleh pemain berseragam merah.”
“Dengan satu gerak tipu, Rio Ferdinand terpedaya. Silvestre dan Vidic pun tidak bisa mengejar Cole yang kemudian bergerak maju dan menendang keras bola ke gawang. Cole kemudian mendapat kartu kuning akibat melepas kaus saat melakukan selebrasi. Selebrasinya pasti terganggu!”

image: http://www.chelseafc.com/content/cfc/en/homepage/news/boilerplate-config/latest-news/2015/05/past-sampler--championship-clinchers/_jcr_content/main/textimage/image.img.jpg/1430830877408.jpg
Penantian selama 50 tahun berakhir ketika the Blues mengalahkan Bolton di North-West.
Jose Mourinho dan pasukannya berangkat ke Reebok Stadium dengan satu target, yaitu menang. Setelah babak pertama yang menegangkan berakhir tanpa gol, Frank Lampard berhasil mencetak gol dan memastikan gelar juara. Gol itu dideskripsikan oleh situs resmi Chelsea sebagai berikut:
“Waktu tersisa 16 menit, Lampard mencetak gol keduanya. Tendangan sudut keenam Bolton berhasil ditahan Chelsea dengan baik, Cech meninju bola dengan sempurna. Kemudian Gudjohnsen memberikan bola ke Makelele di depan, dan dari lebar lapangan, ia memberikan umpan pada Lampard yang berdiri tanpa pengawalan di lingkaran tengah lapangan. Lampard menggunakan Carvalho sebagai umpan kemudian mendribel bola dan mengecoh Jasskelainen untuk mencetak gol ke 18-nya di musim ini.”

image: http://www.chelseafc.com/content/cfc/en/homepage/news/boilerplate-config/latest-news/2015/05/past-sampler--championship-clinchers/_jcr_content/main/textimage_0/image.img.jpg/1430831032284.jpg
Gelar juara pada musim 1954/55 adalah gelar utama pertama kita di dalam sejarah klub.
Mereka harus bekerja keras untuk mengalahkan pesaing terdekat, Wolves, di Stamford Bridge dengan skor 1-0 pada awal April. Namun, gelar juara baru bisa dipastikan saat mengalahkan Sheffield Wednesday dua minggu kemudian.
Eric Parsons, sayap yang lincah, mencetak dua gol. Gol pertama Parson, serta selebrasi sesudahnya, digambarkan oleh laporan pertandingan The Times sebagai berikut.
“Chelsea memenangi perebutan juara lewat sundulan dari Parsons ke gawang Blunstone sebelum babak pertama usai.”
“Penonton bersorak dan bergembira setelah penantian 50 tahun Chelsea berakhir. Akhirnya mereka memenangi sesuatu.”
 

Read more at http://indo.chelseafc.com/news/latest/3113#qU8UxRPhoWyHfiAv.99

Gol-Gol terry yang layak di kenang

image: http://indo.chelseafc.com/cache/images/news/650.335.a14dd111e11310ea843af5a0acd3b917ffd89c91.jpg
Gol-gol Terry yang layak dikenang

Gol-gol Terry yang layak dikenang

 
Ia mungkin sudah menjadi salah satu bek terbaik dalam sejarah di Premier League, namun tidak hanya itu saja yang diberikan John Terry selama 17 musim berkarir di Chelsea.

Kapten the Blues ini sudah mencetak 64 gol untuk Chelsea, dan masuk ke dalam urutan ke 22 dari pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub, bersama David Speedie dan John Hollins. Dan pada 29 April lalu, ketika menang 3-1 dari Leiceser City, ia mencatatkan sejarah dengan menyamai rekor David Unsworth sebagai bek dengan gol terbanyak di sejarah Premier League, dengan 38 gol.

Untuk memperingati pencapaian rekornya ini, mari kita lihat beberapa gol penting yang diciptakan di sepanjang karir sang Kapten, Pemimpin, dan Legenda ini.


West Ham United vs Chelsea
Piala FA, Babak ke 4, 6 Februari 2002


image: http://indo.chelseafc.com/uploads/news/images/IMG-1.jpg

Babak keempat Piala FA di Upton Park mengalami kebuntuan ketika skor 2-2 dan laga tersebut sepertinya akan berlanjut hingga babak tambahan, namun Terry yang menerima umpan silang dari Graeme Le Saux dari sisi kanan lapangan berhasil menyundulnya ke sudut atas gawang di masa perpanjangan waktu. Ia kemudian juga mencetak satu-satunya gol di semi final saat mengandaskan Fulham, namun di final Chelsea kalah dari Arsenal.

Chelsea vs Barcelona
Liga Champions, Babak 16 besar, 8 Maret 2005


image: http://indo.chelseafc.com/uploads/news/images/IMG-2.jpg

Salah satu laga paling seru yang pernah dimainkan di Stamford Bride diselesaikan lewat sebuah sundulan kapten Chelsea ini. Saat itu agregat skor masih 4-4 namun the Blues berhak maju ke babak selanjutnya karena menang gol tandang ketika Terry berhasil melompat tinggi dan menanduk bola umpan silang Damien Duff dan berhasil melewati Victor Valdez. Gol ini membuat Chelsea berhak maju ke perempat final.

Chelsea vs Wigan
Premier League, 28 Februari 2009


image: http://indo.chelseafc.com/uploads/news/images/IMG-3.jpg

Kebanyakan dari gol Terry berasal dari sundulan yang memanfaatkan bola-bola mati. Namun, kali ini bek kini menunjukkan sentuhan yang berbeda lewat sebuah tendangan spektakuler yang membuat kita menang 2-1 dari Wigan. Sebuah umpan silang pada jarak enam yard di depan gawang disundul keluar oleh bek Wigan ke sudut kotak penalti dan jatuh ke kaki Terry yang langsung memvolinya dengan kaki kiri. Bola itu melaju kencang melewati beberapa pemain di depannya dan menembus atas gawang.


Chelsea vs Manchester United
Premier League, 8 November 2009


image: http://indo.chelseafc.com/uploads/news/images/IMG-4.jpg


Terry memberikan pukulan keras kepada Manchester United dengan skor 1-0 saat keduanya memperebutkan gelar Premier League. Dengan sisa waktu 14 menit di Stamford Bridge itu, ia menyambut tendangan bebas Frank Lampard dengan sundulan terarah ke sudut bawah gawang. Gol ini membuat Chelsea berhasil mengangkat trofi juara setelah meraih satu poin lebih banyak dari Man United di akhir musim.


Chelsea vs Napoli
Liga Champions, Babak 16 besar, 14 Maret 2012


image: http://indo.chelseafc.com/uploads/news/images/IMG-5.jpg

Lampard dan Terry kembali bekerjasama ketika sang kapten menjadi penentu laga Liga Champions di Stamford Bridge ini. Di leg pertama, the Blues kalah 3-1 dari Napoli, namun Terry berhasil mencetak gol penyeimbang ketika menyambut umpan silang Lampard di awal babak kedua. Laga itu berhasil kita menangi dengan skor 4-1 dalam perjalanan kita memenangi trofi kuping lebar itu untuk pertama kalinya.


Chelsea vs Tottenham Hotspur
Piala Capital One, Final, 1 Maret 2015


image: http://indo.chelseafc.com/uploads/news/images/IMG-6.jpg


Lewat performanya ini, Terry terpilih sebagai Man of the Match di final Piala Capital One setelah memecah kebuntuan saat melawan Tottenham Hotspur tepat sebelum peluit akhir babak pertama dibunyikan. Spurs tidak berhasil menghalau tendangan bebas Willian dari sisi kanan lapangan dan bola jatuh ke kaki sang kapten yang dengan mudah menceploskan bola ke gawang. Kemenangan itu memberikan medali ke 14 bagi Terry selama berkarir di Chelsea.

Read more at http://indo.chelseafc.com/news/latest/3117#hYQGdHVjMFD76Dpg.99

Rabu, 22 April 2015

kisah Fabregas dan Lampard
Juni lalu, Chelsea memutuskan untuk membuat sebagian besar fansnya sedih bercampur kecewa. Chelsea resmi tak memperpanjang kontrak Frank Lampard. Pemain yang sudah menjadi legenda klub asal London tersebut kini berstatus sebagaifree agent alias tak terikat kontrak dengan klub manapun.
Sampai saat ini, kabar ke mana Lampard akan berlabuh pun kian berhembus pasca keputusan tersebut. Salah satunya New York City FC. Ia dikabarkan akan menyusul David Villa untuk bergabung dengan klub asal kota New York, Amerika Serikat tersebut.
Beberapa hari setelah melepas Lampard, kekecewaan fans Chelsea tampak sedikit terobati, ketika pihak klub mengumumkan berhasil mendapatkan tanda tangan Cesc Fabregas, sekaligus membuat Arsenal sakit hati dengan deal tersebut.
Fabregas, yang kala itu tengah berada di Brasil karena membela Spanyol di Piala Dunia 2014, mengatakan bahwa Chelsea dianggap bisa memenuhi ambisi sepak bolanya. Ia juga mengatakan ada misi yang belum diselesaikan di Liga Primer. “Saya mempertimbangkan semua tawaran secara mendalam, hingga pada akhirnya menyimpulkan bahwa Chelsea adalah pilihan terbaik saya,” kata Fabregas seperti dilansir BBC.
“Chelsea memiliki pemain-pemain dan manajer yang mengagumkan. Saya senang bergabung dengan mereka,” lanjut pemain berusia 27 tahun ini.
Dengan digaetnya pemain asal Barca tersebut, banyak ekspektasi yang ditaruh di pundak Fabregas. Bahkan ketika fans Chelsea pertama kali melihat nomor punggung yang bakal ia gunakan musim depan, pasti mereka ingat dengan sosok David Luiz, pemilik nomor 4 sebelumnya. Serta bukan hanya itu, banyak fans juga yang menggadang-gadang Fabregas bakal menggantikan peran Lampard di klub berjulukThe Blues tersebut.
Di antara kita, khususnya fans Chelsea, pasti banyak yang menginginkan melihat mereka bermain bersama dalam satu panji klub. Bagaimana tidak ingin melihat 2 pemain dengan kualitas yang tak perlu dipertanyakaan tersebut bisa bekerja sama di lini tengah Chelsea.
Namun, penulis menilai alasan lain Lampard diputus kontraknya adalah karena keinginan Chelsea mendapatkan tanda tangan Fabregas. Sepertinya mereka ingin ruang ganti tetap hangat. Sebelumnya, di setiap pertemuan antara Lampard dan Fabregas selalu memiliki cerita tersendiri. Selalu ada aroma permusuhan di antara keduanya.
Beberapa di antara kita pasti masih ingat dengan kejadian yang terjadi di Piala Liga Inggris 2007. Saat itu Fabregas masih berseragam Arsenal. Chelsea unggul dengan skor 2-1. Cerita bermula di menit 93 bek Arsenal, Kolo Toure, bertabrakan dengan John Obi Mikel. Keduanya terlibat pertikaian, Lampard dan Fabregas menjadi yang pertama di tempat kejadian. Lampard datang mengkonfrontasi Toure, lalu ia dihampiri Fabregas yang langsung menarik lehernya. Pertikaian berlanjut, wasit Howard Webb mengusir Mikel, Adebayor serta Toure sebelum Chelsea akhirnya angkat trofi dengan skor 2-1.
Cerita belum usai. Lima tahun kemudian, Fabregas dan Lampard kembali bertemu dalam sebuah pertandingan panas. Berbeda dengan Lampard yang tetap bermain untuk Chelsea, Fabregas sudah berganti seragam klub. Fabregas bermain untuk Barcelona, klub masa kecilnya. Mereka berdua mendapatkan kesempatan kembali untuk berduel dalam ajang semifinal leg kedua Liga Champions Eropa 2011/2012, di Camp Nou.
Dalam pertandingan kedua pemain kerap kontak fisik. Aroma panas mulai muncul ketika Lampard menekel gunting kaki Fabregas. Hingga pada suatu ketika, terjadi suatu pertikaian. Pertikaian tersebut memang tak sepanas kala mereka bersua di final Piala Liga, 5 tahun sebelumnya. Namun itu menyiratkan adanya hubungan yang tak baik dari keduanya.
Sejak kejadian di Camp Nou itu, hingga saat ini kedua pemain belum lagi bertemu dalam sebuah pertandingan. Baik ditingkat klub maupun tim nasional. Jujur, saya cukup kaget ketika Chelsea mengkonfirmasi keberhasilannya menggaet Fabregas. Meskipun sudah beredar isu dan gosip sebelumnya, tapi bagi saya, itu punya nilai tersendiri yang bisa membuat saya terkejut. Menurut saya, Fabregas bukanlah orang yang asing dengan pendukung Chelsea. Maksudnya, ia tak asing sebagai lawan, bukan sebagai kawan.
Bukan hanya soal tak harmonisnya hubungan dengan Lampard saja. Jika kita kembali ke pertandingan semifinal leg kedua semifinal Liga Champions Eropa 2011/2012, Fabregas berhasil membuat wasit Cuynet Cakir menunjuk titik putih. Ditekel “lembut” oleh Didier Drogba, Fabregas mereaksi tekel tersebut dengan gaya jatuh yang luar biasa. Saat itu, gaya jatuh yang berlebihan memang sudah melekat dengan klub tersebut. Untungnya penalti Messi gagal dikonversi menjadi gol, dan memuluskan laju Chelsea ke final Liga Champions untuk kedua kalianya sepanjang sejarah.
Tak berhenti di sana, Fabregas kembali “berurusan” dengan Chelsea. Kali ini dengan manajernya, Jose Mourinho. Ia “memukul balik” Mourinho setelah manajer asal Portugal itu mengatakan bahwa Manchester City akan menghadapi Barcelona yang terburuk setelah bertahun-tahun di Liga Champions. Namun, Barca menang pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2013/2014 dengan skor 2-0 di Stadion Etihad.
Dalam wawancara bersama ITV, Fabregas menggunakan kata “shut up” yang disinyalir ditujukan untuk Mourinho. “Beberapa orang berbicara terlalu banyak sebelum pertandingan dan sekarang mereka harus tutup mulut untuk beberapa hari,” kata Fabregas.
“Kami memiliki hasil yang besar malam ini. Para penggemar memberikan begitu banyak tekanan pada dan itulah apa yang membuat kemenangan ini begitu istimewa. Kami memiliki titik untuk membuktikan, dan kami melakukannya dengan sangat baik,” tambahnya saat itu.
Kini, semua sudah berubah. Mourinho pun sepertinya tak mempermasalahkan komentar Fabregas di Februari lalu itu. Mourinho mengaku menginginkan Fabregas. “Klub bekerja dengan sangat baik. Kami tahu target dan pemain (yang kami inginkan) dan klub mengejar mereka dan klub mereka pada tahap sangat awal,” kata Mourinho seperti dilansir Sky Sports.
“Kami betul-betul mendapatkan apa yang kami butuhkan dan apa yang kami inginkan. Ini adalah skuad yang sangat saya inginkan dan saya tak sabar memulai musim baru,” tambahnya.
Tak ingin kalah dengan manajernya, kapten Chelsea, John Terry, juga angkat bicara soal Fabregas. Terry menilai Cesc Fabregas cocok menggantikan Frank Lampard di Stamford Bridge. Ia mengatakan Fabregas memiliki apa yang dibutuhkan untuk menjadi jenderal lapangan tengah Chelsea.
“Fabregas pembelian yang sangat baik. Dia sangat bagus dengan bola, pemain box-to-box, dia mencetak banyak sekali gol dan juga agresif. Aku pastinya ingat ketika ia masih membela Arsenal,” kata Terry dikutip dari majalah klub.
Meski saat ini Fabregas dan Lampard tak bisa bersatu dalam sebuah klub sebagai pemain. Siapa yang tahu kalau kemudian hari Lampard kembali ke Stamford Bridge, walaupun hanya menjadi salah satu staf pelatih di klub milik taipan asal Rusia, Roman Abramovich?
Fabregas sudah resmi berseragam Chelsea. Ia diyakini dapat memberi warna dan semangat baru klub yang bermarkas di London Barat tersebut. Fabregas mengatakan Chelsea merupakan pilihan terbaiknya saat ini. Fabregas menilai gaya permainan Chelsea yang penuh ambisi cocok dengan dirinya.
Setiap orang pasti memang mempunyai masa lalu. Tak terkecuali Fabregas, baik maupun buruknya ia di masa lalu, harus diterima oleh semua fans Chelsea. Sebab, Fabregas kini sudah menjadi bagian dari Chelsea. Bersama punggawa-punggawa anyar seperti Diego Costa, Filipe Luis dan wajah-wajah baru di tim besutan Mourinho, Fabregas juga diharapkan bisa membantu Chelsea meraih banyak gelar di musim mendatang setelah puasa gelar di musim lalu.
Penulis: Gerry Maulana Thiar (@gmthiar)