image: http://indo.chelseafc.com/cache/images/news/650.335.08af05a4fd27a8b00ed6cf83a0400e9fda7e118e.jpg

Past Sampler: Memori juara
Komentar : 11:52 6 Rabu, Mei 2015
image: http://www.chelseafc.com/content/cfc/en/homepage/news/boilerplate-config/latest-news/2015/05/past-sampler--championship-clinchers/_jcr_content/main/textimage_3/image.img.jpg/1430826128122.jpg
“Merangsek masuk ke wilayah penalti setelah menerima umpan backheel Willian, Hazard dikepung oleh Marriapa dan McArthur yang kemudian melanggarnya. Wasit Kevin Friend tak ragu menunjuk titik putih.”
“Tampaknya pemain Belgia dan Argentina itu saling berpandangan sejenak sebelum Hazard melepas tendangan ke tengah bawah gawang. Mulut yang sebelumnya terkunci ketika Speroni berhasil menyelamatkan tendangan itu, berubah menjadi bersorak ketika Hazard menyundul bola ke gawang. Sungguh melegakan!”
image: http://www.chelseafc.com/content/cfc/en/homepage/news/boilerplate-config/latest-news/2015/05/past-sampler--championship-clinchers/_jcr_content/main/textimage_2/image.img.jpg/1430830736521.jpg
Hasil luar biasa ini tidak terduga meski Nicolas Anelka berhasil membuat kita unggul cepat. Frank Lampard menambah gol lewat titik penalti, masih di babak pertama. Lalu Wigan yang bermain dengan 10 pemain tampak kewalahan. Didier Drogba mencetak hattrik di babak kedua. Gol yang memastikan treble-nya itu dideskripsikan oleh chelseafc.com sebagai berikut:
“Hattrik Drogba atau gol ketujuh Chelsea menjadi gol termudah mereka. Drogba tinggal mencocor bola dari jarak lima yard setelah memanfaatkan umpan silang Joe Cole yang tidak bisa dihalau oleh Pollitt. Kini Rooney cedera di Old Trafford. Sebelumnya, Drogba merasa tidak akan bisa menjadi pencetak gol terbanyak di liga.”
“Ia kini menjadi penerima Golden Boot Premier League dengan 29 gol.”
image: http://www.chelseafc.com/content/cfc/en/homepage/news/boilerplate-config/latest-news/2015/05/past-sampler--championship-clinchers/_jcr_content/main/textimage_1/image.img.jpg/1430830797578.jpg
Manchester United, pesaing terdekat kita di musim 2005/06, mengunjungi Stamford Bridge dengan harapan bisa mengejutkan kita.
Namun, gol dari bek William Gallas dan Ricardo Carvalho, serta gol spektakuler Joe Cole berhasil mengunci kemenangan 3-0 kita. Berikut aksi individu pemain asal Inggris itu.
“Pada menit ke enam puluh lahir sebuah momen terbaik di musim ini. Joe Cole mengambil bola dari Drogba namun dikelilingi oleh pemain berseragam merah.”
“Dengan satu gerak tipu, Rio Ferdinand terpedaya. Silvestre dan Vidic pun tidak bisa mengejar Cole yang kemudian bergerak maju dan menendang keras bola ke gawang. Cole kemudian mendapat kartu kuning akibat melepas kaus saat melakukan selebrasi. Selebrasinya pasti terganggu!”
image: http://www.chelseafc.com/content/cfc/en/homepage/news/boilerplate-config/latest-news/2015/05/past-sampler--championship-clinchers/_jcr_content/main/textimage/image.img.jpg/1430830877408.jpg
Jose Mourinho dan pasukannya berangkat ke Reebok Stadium dengan satu target, yaitu menang. Setelah babak pertama yang menegangkan berakhir tanpa gol, Frank Lampard berhasil mencetak gol dan memastikan gelar juara. Gol itu dideskripsikan oleh situs resmi Chelsea sebagai berikut:
“Waktu tersisa 16 menit, Lampard mencetak gol keduanya. Tendangan sudut keenam Bolton berhasil ditahan Chelsea dengan baik, Cech meninju bola dengan sempurna. Kemudian Gudjohnsen memberikan bola ke Makelele di depan, dan dari lebar lapangan, ia memberikan umpan pada Lampard yang berdiri tanpa pengawalan di lingkaran tengah lapangan. Lampard menggunakan Carvalho sebagai umpan kemudian mendribel bola dan mengecoh Jasskelainen untuk mencetak gol ke 18-nya di musim ini.”
image: http://www.chelseafc.com/content/cfc/en/homepage/news/boilerplate-config/latest-news/2015/05/past-sampler--championship-clinchers/_jcr_content/main/textimage_0/image.img.jpg/1430831032284.jpg
Mereka harus bekerja keras untuk mengalahkan pesaing terdekat, Wolves, di Stamford Bridge dengan skor 1-0 pada awal April. Namun, gelar juara baru bisa dipastikan saat mengalahkan Sheffield Wednesday dua minggu kemudian.
Eric Parsons, sayap yang lincah, mencetak dua gol. Gol pertama Parson, serta selebrasi sesudahnya, digambarkan oleh laporan pertandingan The Times sebagai berikut.
“Chelsea memenangi perebutan juara lewat sundulan dari Parsons ke gawang Blunstone sebelum babak pertama usai.”
“Penonton bersorak dan bergembira setelah penantian 50 tahun Chelsea berakhir. Akhirnya mereka memenangi sesuatu.”
Read more at http://indo.chelseafc.com/news/latest/3113#qU8UxRPhoWyHfiAv.99
Tidak ada komentar:
Posting Komentar