CHELSEA FANS INDONESIA

Rabu, 22 April 2015

kisah Fabregas dan Lampard
Juni lalu, Chelsea memutuskan untuk membuat sebagian besar fansnya sedih bercampur kecewa. Chelsea resmi tak memperpanjang kontrak Frank Lampard. Pemain yang sudah menjadi legenda klub asal London tersebut kini berstatus sebagaifree agent alias tak terikat kontrak dengan klub manapun.
Sampai saat ini, kabar ke mana Lampard akan berlabuh pun kian berhembus pasca keputusan tersebut. Salah satunya New York City FC. Ia dikabarkan akan menyusul David Villa untuk bergabung dengan klub asal kota New York, Amerika Serikat tersebut.
Beberapa hari setelah melepas Lampard, kekecewaan fans Chelsea tampak sedikit terobati, ketika pihak klub mengumumkan berhasil mendapatkan tanda tangan Cesc Fabregas, sekaligus membuat Arsenal sakit hati dengan deal tersebut.
Fabregas, yang kala itu tengah berada di Brasil karena membela Spanyol di Piala Dunia 2014, mengatakan bahwa Chelsea dianggap bisa memenuhi ambisi sepak bolanya. Ia juga mengatakan ada misi yang belum diselesaikan di Liga Primer. “Saya mempertimbangkan semua tawaran secara mendalam, hingga pada akhirnya menyimpulkan bahwa Chelsea adalah pilihan terbaik saya,” kata Fabregas seperti dilansir BBC.
“Chelsea memiliki pemain-pemain dan manajer yang mengagumkan. Saya senang bergabung dengan mereka,” lanjut pemain berusia 27 tahun ini.
Dengan digaetnya pemain asal Barca tersebut, banyak ekspektasi yang ditaruh di pundak Fabregas. Bahkan ketika fans Chelsea pertama kali melihat nomor punggung yang bakal ia gunakan musim depan, pasti mereka ingat dengan sosok David Luiz, pemilik nomor 4 sebelumnya. Serta bukan hanya itu, banyak fans juga yang menggadang-gadang Fabregas bakal menggantikan peran Lampard di klub berjulukThe Blues tersebut.
Di antara kita, khususnya fans Chelsea, pasti banyak yang menginginkan melihat mereka bermain bersama dalam satu panji klub. Bagaimana tidak ingin melihat 2 pemain dengan kualitas yang tak perlu dipertanyakaan tersebut bisa bekerja sama di lini tengah Chelsea.
Namun, penulis menilai alasan lain Lampard diputus kontraknya adalah karena keinginan Chelsea mendapatkan tanda tangan Fabregas. Sepertinya mereka ingin ruang ganti tetap hangat. Sebelumnya, di setiap pertemuan antara Lampard dan Fabregas selalu memiliki cerita tersendiri. Selalu ada aroma permusuhan di antara keduanya.
Beberapa di antara kita pasti masih ingat dengan kejadian yang terjadi di Piala Liga Inggris 2007. Saat itu Fabregas masih berseragam Arsenal. Chelsea unggul dengan skor 2-1. Cerita bermula di menit 93 bek Arsenal, Kolo Toure, bertabrakan dengan John Obi Mikel. Keduanya terlibat pertikaian, Lampard dan Fabregas menjadi yang pertama di tempat kejadian. Lampard datang mengkonfrontasi Toure, lalu ia dihampiri Fabregas yang langsung menarik lehernya. Pertikaian berlanjut, wasit Howard Webb mengusir Mikel, Adebayor serta Toure sebelum Chelsea akhirnya angkat trofi dengan skor 2-1.
Cerita belum usai. Lima tahun kemudian, Fabregas dan Lampard kembali bertemu dalam sebuah pertandingan panas. Berbeda dengan Lampard yang tetap bermain untuk Chelsea, Fabregas sudah berganti seragam klub. Fabregas bermain untuk Barcelona, klub masa kecilnya. Mereka berdua mendapatkan kesempatan kembali untuk berduel dalam ajang semifinal leg kedua Liga Champions Eropa 2011/2012, di Camp Nou.
Dalam pertandingan kedua pemain kerap kontak fisik. Aroma panas mulai muncul ketika Lampard menekel gunting kaki Fabregas. Hingga pada suatu ketika, terjadi suatu pertikaian. Pertikaian tersebut memang tak sepanas kala mereka bersua di final Piala Liga, 5 tahun sebelumnya. Namun itu menyiratkan adanya hubungan yang tak baik dari keduanya.
Sejak kejadian di Camp Nou itu, hingga saat ini kedua pemain belum lagi bertemu dalam sebuah pertandingan. Baik ditingkat klub maupun tim nasional. Jujur, saya cukup kaget ketika Chelsea mengkonfirmasi keberhasilannya menggaet Fabregas. Meskipun sudah beredar isu dan gosip sebelumnya, tapi bagi saya, itu punya nilai tersendiri yang bisa membuat saya terkejut. Menurut saya, Fabregas bukanlah orang yang asing dengan pendukung Chelsea. Maksudnya, ia tak asing sebagai lawan, bukan sebagai kawan.
Bukan hanya soal tak harmonisnya hubungan dengan Lampard saja. Jika kita kembali ke pertandingan semifinal leg kedua semifinal Liga Champions Eropa 2011/2012, Fabregas berhasil membuat wasit Cuynet Cakir menunjuk titik putih. Ditekel “lembut” oleh Didier Drogba, Fabregas mereaksi tekel tersebut dengan gaya jatuh yang luar biasa. Saat itu, gaya jatuh yang berlebihan memang sudah melekat dengan klub tersebut. Untungnya penalti Messi gagal dikonversi menjadi gol, dan memuluskan laju Chelsea ke final Liga Champions untuk kedua kalianya sepanjang sejarah.
Tak berhenti di sana, Fabregas kembali “berurusan” dengan Chelsea. Kali ini dengan manajernya, Jose Mourinho. Ia “memukul balik” Mourinho setelah manajer asal Portugal itu mengatakan bahwa Manchester City akan menghadapi Barcelona yang terburuk setelah bertahun-tahun di Liga Champions. Namun, Barca menang pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2013/2014 dengan skor 2-0 di Stadion Etihad.
Dalam wawancara bersama ITV, Fabregas menggunakan kata “shut up” yang disinyalir ditujukan untuk Mourinho. “Beberapa orang berbicara terlalu banyak sebelum pertandingan dan sekarang mereka harus tutup mulut untuk beberapa hari,” kata Fabregas.
“Kami memiliki hasil yang besar malam ini. Para penggemar memberikan begitu banyak tekanan pada dan itulah apa yang membuat kemenangan ini begitu istimewa. Kami memiliki titik untuk membuktikan, dan kami melakukannya dengan sangat baik,” tambahnya saat itu.
Kini, semua sudah berubah. Mourinho pun sepertinya tak mempermasalahkan komentar Fabregas di Februari lalu itu. Mourinho mengaku menginginkan Fabregas. “Klub bekerja dengan sangat baik. Kami tahu target dan pemain (yang kami inginkan) dan klub mengejar mereka dan klub mereka pada tahap sangat awal,” kata Mourinho seperti dilansir Sky Sports.
“Kami betul-betul mendapatkan apa yang kami butuhkan dan apa yang kami inginkan. Ini adalah skuad yang sangat saya inginkan dan saya tak sabar memulai musim baru,” tambahnya.
Tak ingin kalah dengan manajernya, kapten Chelsea, John Terry, juga angkat bicara soal Fabregas. Terry menilai Cesc Fabregas cocok menggantikan Frank Lampard di Stamford Bridge. Ia mengatakan Fabregas memiliki apa yang dibutuhkan untuk menjadi jenderal lapangan tengah Chelsea.
“Fabregas pembelian yang sangat baik. Dia sangat bagus dengan bola, pemain box-to-box, dia mencetak banyak sekali gol dan juga agresif. Aku pastinya ingat ketika ia masih membela Arsenal,” kata Terry dikutip dari majalah klub.
Meski saat ini Fabregas dan Lampard tak bisa bersatu dalam sebuah klub sebagai pemain. Siapa yang tahu kalau kemudian hari Lampard kembali ke Stamford Bridge, walaupun hanya menjadi salah satu staf pelatih di klub milik taipan asal Rusia, Roman Abramovich?
Fabregas sudah resmi berseragam Chelsea. Ia diyakini dapat memberi warna dan semangat baru klub yang bermarkas di London Barat tersebut. Fabregas mengatakan Chelsea merupakan pilihan terbaiknya saat ini. Fabregas menilai gaya permainan Chelsea yang penuh ambisi cocok dengan dirinya.
Setiap orang pasti memang mempunyai masa lalu. Tak terkecuali Fabregas, baik maupun buruknya ia di masa lalu, harus diterima oleh semua fans Chelsea. Sebab, Fabregas kini sudah menjadi bagian dari Chelsea. Bersama punggawa-punggawa anyar seperti Diego Costa, Filipe Luis dan wajah-wajah baru di tim besutan Mourinho, Fabregas juga diharapkan bisa membantu Chelsea meraih banyak gelar di musim mendatang setelah puasa gelar di musim lalu.
Penulis: Gerry Maulana Thiar (@gmthiar)